IDXChannel – Bursa saham Asia bergerak variatif pada pembukaan perdagangan Kamis (5/11/2026), setelah reli kuat di Wall Street menyusul kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS).
Kemenangan Demokrat yang menguasai kedua kamar Kongres AS turut mendorong optimisme investor terhadap peluang meredanya konflik AS-Israel dengan Iran.
Sentimen tersebut menekan harga minyak secara tajam, seiring munculnya harapan bahwa konflik dapat berakhir lebih cepat.
Namun, kekhawatiran terhadap prospek pembangunan pusat data (data center) dan tekanan pada saham-saham semikonduktor AS membatasi penguatan sejumlah bursa di kawasan Asia.
Mengacu pada data perdagangan, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,36 persen, sedangkan S&P/ASX 200 Australia menguat 1,98 persen.