"Biasanya, pergerakan di atas 4,65 persen untuk US Treasury 10 tahun diikuti oleh pernyataan yang menenangkan dari pemerintahan Trump, biasanya terkait penyelesaian perang dengan Iran yang segera tercapai," tulis analis ING, dikutip Reuters.
Namun, kali ini pernyataan serupa belum terdengar. Sebaliknya, indikasi terbaru menunjukkan belum ada penyelesaian dalam waktu dekat setelah gencatan senjata selama 60 hari berakhir.
Tekanan di pasar obligasi global juga merembet ke Jepang. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun naik 2,5 basis poin menjadi 2,945 persen, level tertinggi dalam tiga dekade.
Di Wall Street, indeks S&P 500 turun 0,5 persen pada perdagangan Senin, sementara Nasdaq Composite melemah 0,3 persen.
Data ekonomi AS yang lemah, termasuk penjualan ritel yang secara tak terduga turun, membuat pasar mengurangi ekspektasi terhadap langkah suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.