Dalam dua sesi sebelumnya, mata uang Jepang itu telah menguat sekitar 3,80 persen.
Penguatan yen mengurangi nilai pendapatan luar negeri ketika dikonversi ke mata uang domestik sehingga menjadi sentimen negatif bagi emiten eksportir Jepang.
Kementerian Keuangan Jepang mengonfirmasi bahwa Tokyo dan Washington melakukan intervensi bersama untuk membeli yen pada akhir pekan lalu.
Pemerintah Jepang juga menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah lanjutan apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
"Intervensi mata uang bersama menjadi fokus utama pasar saham hari ini dan membebani pergerakan indeks secara luas," ujar Strategis Ekuitas Nomura Securities, Wataru Akiyama.