Tekanan juga terlihat di pasar Korea Selatan. Indeks KOSPI turun lebih dari 4 persen ke sekitar level 8.560, terkoreksi setelah melonjak 5,4 persen pada perdagangan sebelumnya.
Pelemahan tersebut dipengaruhi sentimen negatif dari Wall Street serta aksi profit taking investor.
Kekhawatiran terhadap saham teknologi kembali menguat setelah indeks Nasdaq memperpanjang tren penurunan akibat pelemahan saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
Investor juga mencermati data inflasi inti Amerika Serikat (AS) yang sesuai ekspektasi, tetapi mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Di pasar regional lainnya, indeks Shanghai Composite China turun 1,06 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,12 persen, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,53 persen. Berbeda arah, indeks ASX 200 Australia menguat tipis 0,15 persen.