Meski demikian, respons pasar terhadap kinerja tersebut dinilai tidak terlalu besar.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap inflasi kembali mengemuka, terutama akibat tingginya harga energi. Hal ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan menekan valuasi saham.
Sejumlah bank sentral global juga mulai menunjukkan sikap lebih hawkish. Ekspektasi pasar kini hanya mengindikasikan pelonggaran suku bunga yang sangat terbatas dari Federal Reserve (The Fed) hingga akhir tahun.
Bahkan, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BOE) diperkirakan masih membuka ruang kenaikan suku bunga lebih lanjut. (Aldo Fernando)