Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,4 persen ke atas 54.400, sementara Topix menguat 1,1 persen menjadi 3.667, berbalik arah dari pelemahan hari sebelumnya.
Investor memburu saham yang dinilai relatif minim terdampak konflik Timur Tengah, terutama sektor teknologi dan AI.
Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Serangan terhadap infrastruktur energi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan, sementara ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak global, masih menjadi perhatian utama.
Harga minyak pun tetap tinggi. Minyak mentah AS (WTI) ditutup naik 2,9 persen ke USD96,21 per barel, sementara Brent menguat 3,2 persen ke USD103,42 per barel.