Indeks dolar, yang mengukur kekuatan mata uang ini terhadap enam rival utama termasuk euro dan yen, stabil di angka 103,78 setelah mencapai 103,87 pada Kamis, tertinggi sejak 2 Agustus.
Pada malam sebelumnya, data menunjukkan penjualan ritel AS naik 0,4 persen pada bulan lalu, melebihi ekspektasi, setelah kenaikan 0,1 persen di bulan Agustus. Laporan terpisah menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran turun 19.000 menjadi 241.000 secara musiman.
Para trader kini memperkirakan 74 persen peluang penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin dari The Fed dalam dua pertemuan terakhir tahun ini, turun dari 85,6 persen sehari sebelumnya, menurut CME Group's FedWatch Tool.
"Data penjualan ritel yang kuat memberikan fleksibilitas lebih bagi Federal Reserve dalam jalur suku bunganya," kata dealer FX senior di Convera.com James Kniveton.
"Tidak seperti zona euro, The Fed tidak perlu menyesuaikan kebijakan untuk menopang ekonomi," ujarnya