Kenaikan yield membuat aset berpendapatan tetap semakin menarik sekaligus meningkatkan tekanan terhadap saham.
Harga minyak kembali naik setelah pejabat Iran dilaporkan meragukan tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat sebelum pemilu sela AS pada November. Sebelumnya, Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Teheran yang berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Ketidakpastian tersebut kembali mengangkat risiko gangguan pasokan energi dan tekanan inflasi global.
Di Korea Selatan, KOSPI turun 0,41 persen, melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya. Kenaikan harga minyak dan yield US Treasury menekan minat terhadap aset berisiko.
Sentimen domestik juga memburuk setelah indeks sentimen bisnis Bank of Korea turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan pada September.