Buwas Ungkap 20.000 Beras Bulog Busuk, Cek Penyebabnya
Market News
Fahmi Abidin
4 hari yang lalu
Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyatakan stok cadangan beras pemerintah (CPB) sebanyak 20.000 ton turun mutu alias busuk.
Buwas Ungkap 20.000 Beras Bulog Busuk, Cek Penyebabnya. (Foto: Ist)

IDXChannel - Direktur Utama Bulog Budi Waseso menyatakan stok cadangan beras pemerintah (CPB) sebanyak 20.000 ton turun mutu alias busuk.

Akibat busuk, beras tersebut harus dibuang (disposable) dari gudang. Dikatakan Budi Waseso, salah satu penyebab turunnya mutu beras karena adanya pengalihan program bansos dari beras sejahtera (rastra) menjadi bantuan pangan non tunai (BPNT).

"Program itu batal sedangkan sudah terlanjur kita dorong ke wilayah-wilayah penerima BPNT, dan sudah dikemas dalam kemasan 5 kg, ternyata tidak jadi dipakai, kalau kita tarik biayanya lebih tinggi," kata pria yang kerap disapa Buwas itu di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Pengalihan program tersebut membuat Bulog tidak maksimal dalam menyalurkan stok CBP. Hal ini karena BPNT mengganti penyaluran beras langsung menjadi uang dalam bentuk kartu yang diberikan oleh pemerintah.

Dalam program BPNT, masyarakat dibebaskan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur. Dengan demikian, kata dia, beras harus mengendap selama lebih dari empat bulan, sehingga turun mutu dan rusak.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi menambahkan, pengalihan program Rastra ke BPNT membuat penyaluran CBP turun drastis.

"Banyak faktor, ada daerah yang kena banjir, kecilnya penyaluran dari 2,3 juta ton menjadi 300 ribuan ton, beras juga kan barang mudah rusak," ucapnya. (*)

Baca Juga