Jika menggunakan rata-rata dividen periode 2023-2025 sebesar USD667 juta, rasio kemampuan pembayaran utang atau debt service coverage ratio (DSCR) Jhonlin turun menjadi hanya sekitar 0,72-0,80 kali.
Uji sensitivitas Mirae menunjukkan BYAN perlu membagikan dividen setidaknya sekitar USD800 juta hingga USD900 juta per tahun agar bagian dividen Jhonlin mampu menutup pembayaran utang dengan skema anuitas delapan tahun dan bunga 8 persen.
Risiko juga meningkat apabila biaya pinjaman naik. Setiap kenaikan 1 poin persentase pada tingkat bunga diperkirakan memangkas DSCR sekitar 0,04 kali.
Selain besaran dividen, waktu penerimaan juga menjadi persoalan. Jhonlin tidak memperoleh dividen BYAN untuk tahun buku 2025 karena melewatkan tanggal pencatatan atau recording date pada 23 Juni 2026.
Dengan demikian, penerimaan dividen pertama Jhonlin kemungkinan baru berasal dari pembagian dividen BYAN untuk tahun buku 2026.