Sepanjang tahun 2025, kaveling tanah komersial menjadi kontributor utama prapenjualan CBDK dengan realisasi sebesar Rp343 miliar atau 80 persen total prapenjualan. Segmen produk komersial encatatkan prapenjualan sebesar Rp83 miliar (19 persen), sedangkan segmen residensial berkontribusi sebesar Rp4 miliar (1 persen).
Dominasi kaveling tanah komersial menegaskan daya tarik kawasan CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis yang tetap relevan bagi pelaku usaha dan investor, meskipun permintaan properti secara umum mengalami penyesuaian.
CBDK memandang kondisi saat ini sebagai bagian dari fase konsolidasi strategis, di mana perseroan lebih mengedepankan kualitas penjualan, selektivitas produk, serta optimalisasi nilai kawasan dibandingkan ekspansi agresif jangka pendek.
Dari sisi kinerja kuartalan, CBDK mencatatkan pemulihan signifikan pada kuartal IV-2025, dengan prapenjualan mencapai Rp109 miliar, atau meningkat 309 persen dibandingkan kuartal III 2025. Lonjakan ini terutama didorong oleh segmen kaveling tanah komersial yang tumbuh 473 persen secara kuartalan menjadi Rp82 miliar, sejalan dengan meningkatnya minat terhadap lahan komersial di kawasan CBD PIK2.
Segmen residensial dan produk komersial juga mencatatkan pertumbuhan QoQ masing-masing sebesar 436 persen dan 57 persen, mencerminkan membaiknya sentimen pasar pada paruh akhir tahun.