Sebagai bagian dari pengelolaan risiko yang terukur, Chandra Asri menjalankan penyesuaian tingkat operasional (run rates) secara selektif sesuai dengan kondisi pasokan dan kebutuhan produksi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan usaha sert stabilitas pasokan terhadap pelanggan.
"Selain itu, Perseroan memiliki kerangka manajemen risiko dan sistem perencanaan operasional yang dirancang untuk merespons dinamika pasar secara adaptif. Upaya tersebut mencakup diversifikasi sumber bahan baku, pengelolaan inventori secara prudent, serta penguatan koordinasi dalam rantai pasok guna menjaga fleksibilitas operasional," katanya.
Suryandi menambahkan, perseroan juga melakukan komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan dengan pelanggan, pemasok serta mitra logistik juga dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan keselarasan informasi serta kesiapan dalam mengantisipasi kondisi yang dapat memengaruhi pelaksanaan kewajiban kontraktual. Dalam situasi yang dinamis, Chandra Asri berfokus pada kesinambungan operasional dan ketahanan bisnis dengan tetap melakukan evaluasi berkala atas perkembangan yang terjadi.
Kabar force majeure tersebut menekan kinerja saham Chandra Asri di pasar modal. Dalam empat hari terakhir, harga saham TPIA turun sekitar 23 persen ke level Rp5.350.
Sementara pada sesi perdagangan siang ini, harga saham emiten petrokimia milik Prajogo Pangestu itu bergerak stabil di kisaran harga yang sama.
(Rahmat Fiansyah)