“Sejalan dengan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kami terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan di lapangan. Hingga saat ini, kegiatan operasional kami tetap berjalan aman dengan berbagai langkah pencegahan dan prosedur tanggap darurat yang telah disiapkan,” ujar Suryandi dalam keterangan resmi dikutip Selasa (8/9/2026).
Untuk memperkuat kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan kondisi, perseroan juga memeriksa kecukupan dan kesiapan peralatan tanggap darurat. Selain itu, simulasi dilakukan untuk berbagai skenario, termasuk prosedur penghentian operasional fasilitas secara cepat apabila diperlukan.
Di area operasional, perusahaan meningkatkan pemantauan kondisi debu atau abu vulkanik melalui pemeriksaan rutin dan patroli lapangan. Perusahaan juga mengimbau karyawan untuk mengantisipasi potensi paparan abu vulkanik, termasuk menggunakan masker sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, prosedur kesiapsiagaan kembali disosialisasikan kepada tim terkait di lapangan untuk memastikan setiap personel memahami langkah yang perlu dilakukan dalam kondisi darurat. Perseroan juga memastikan kegiatan pembersihan filter berjalan rutin serta menjaga ketersediaan filter dan suku cadang kritis yang diperlukan untuk mendukung kesiapan fasilitas.
(Rahmat Fiansyah)