Ekonomi China yang terus-menerus lesu, yang dibebani oleh konsumsi yang lemah, krisis utang properti yang berkepanjangan, dan aksi jual saham teknologi yang tajam, telah mengikis kepercayaan investor.
Awal pekan ini, regulator China meluncurkan sejumlah langkah, mulai dari melakukan operasi swap hingga meningkatkan fasilitas pinjaman untuk pembelian kembali saham oleh perusahaan yang terdaftar di bursa, sebagai bagian dari upaya untuk menstabilkan pasar modal yang sedang kesulitan. (Wahyu Dwi Anggoro)