Menurut analis, target tersebut mengindikasikan tingginya kemungkinan penyesuaian cukai rokok yang relatif terbatas pada FY27F.
Analis menilai pemerintah kini lebih berfokus pada pengendalian konsumsi rokok ilegal.
Kenaikan tarif cukai yang lebih tinggi dinilai berpotensi kurang efektif dalam menekan konsumsi secara keseluruhan karena dapat mendorong konsumen beralih ke rokok dengan harga lebih rendah maupun produk ilegal.
Potensi tidak adanya kenaikan cukai juga dapat memberikan ruang bagi produsen untuk menahan kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP).
Hal ini penting karena kenaikan harga yang terlalu agresif dapat semakin menekan volume penjualan ketika daya beli masyarakat masih tertekan.