IDXChannel - Bank Indonesia (BI) menyebut ketidakpastian pasar keuangan global yang dipicu perang di Timur Tengah turut memengaruhi transaksi modal dan finansial di pasar keuangan dalam negeri.
Gubernur BI Perry Warjijo menjabarkan bahwa investasi portofolio asing pada Januari-Maret 2026 mencatat net outflows sebesar USD1,7 miliar.
“Namun, pada awal kuartal II-2026 (hingga 20 April 2026), aliran modal kembali mencatat net inflows sebesar USD1,9 miliar, terutama ditopang oleh aliran masuk modal asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan SBN didorong oleh peningkatan imbal hasil di kedua instrumen, ujar Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Edisi April, Rabu (22/4/2026).
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar USD148,2 miliar setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Ke depan, kata Perry, sinergi kebijakan untuk memperkuat kinerja neraca pembayaran perlu terus ditingkatkan sehingga dapat menjaga ketahanan eksternal perekonomian di tengah tingginya ketidakpastian global akibat perang Timur Tengah.
“Bank Indonesia memprakirakan defisit transaksi berjalan 2026 dalam kisaran defisit 1,3 persen sampai dengan 0,5 persen dari PDB,” kata Perry.
(NIA DEVIYANA)