Ke depan, kata Perry, sinergi kebijakan untuk memperkuat kinerja neraca pembayaran perlu terus ditingkatkan sehingga dapat menjaga ketahanan eksternal perekonomian di tengah tingginya ketidakpastian global akibat perang Timur Tengah.
“Bank Indonesia memprakirakan defisit transaksi berjalan 2026 dalam kisaran defisit 1,3 persen sampai dengan 0,5 persen dari PDB,” kata Perry.
(NIA DEVIYANA)