IDXChannel - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana untuk menggandeng manajer investasi (MI) untuk bertransaksi di Bursa Saham Indonesia (BEI) dalam enam bulan ke depan.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan keputusan itu diambil untuk menarik minat pemain pasar lainnya (crowd in) agar ikut aktif bertransaksi, sekaligus menjaga profesionalisme pengelolaan dana.
Terkait kriteria saham yang dibidik, Danantara memberikan mandat ketat kepada para MI untuk hanya menyasar saham-saham dengan fundamental "sehat" dan likuiditas tinggi.
"Jadi saya balik kepada satu, it has to have very good liquidity, ini sangat penting. Kedua, it has to have a very good business. Dan ketiga, it has to have a very good fundamental," kata Pandu.
Pandu menambahkan bahwa faktor pertumbuhan (good growth) dan arus kas (cash flow) yang kuat menjadi syarat mutlak agar investasi Danantara dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
Di sisi lain, dia mengungkapkan bahwa Danantara telah rutin melakukan injeksi modal ke bursa saham sejak akhir Desember 2025 dan akan terus melanjutkannya secara masif pada pekan depan.
Langkah ini diambil untuk memberikan sinyal positif kepada pasar bahwa pemerintah melalui Danantara hadir sebagai active participant guna menjaga stabilitas dan nilai investasi di tanah air.
"Kita sudah dari akhir Desember sudah mulai berinvestasi, sudah nambah setiap hari kita investasi, termasuk di 3 hari terakhir di minggu ini kita setiap hari berinvestasi melalui manajer investasi-manajer investasi yang sudah kami tunjuk," ujar Pandu dalam acara 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal di Main Hall BEI, Minggu (1/2/2026).
Pandu mengungkapkan komitmen besar Danantara pada 2026, di mana sekitar 50 persen dari total pendanaan lembaga ini akan dialokasikan ke pasar modal (public market), dengan prioritas utama pada aset-aset di dalam negeri.
Meskipun memiliki mandat untuk bisa berinvestasi di luar negeri, Danantara menegaskan keberpihakannya pada ekonomi Indonesia karena melihat adanya nilai yang sangat menarik pada bisnis-bisnis di dalam negeri saat ini.
"Minggu depan pun, Senin, Selasa, Rabu, Kamis kami akan berinvestasi masuk ke pasar modal. Karena menurut kami there is good value di ekonomi Indonesia berjalan dengan baik. Besok kita jam 9 pagi kan sudah buka pasar. We are active participant in the market," ujarnya.
(Febrina Ratna Iskana)