sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indika Energy (INDY) Raih Laba Bersih Rp184 Miliar di Semester I-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
03/08/2026 06:00 WIB
PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD10,2 juta atau Rp184 miliar pada semester I-2026.
PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan laba bersih sebesar USD10,2 juta atau Rp184 miliar pada semester I-2026. (Foto: Ist)
PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan laba bersih sebesar USD10,2 juta atau Rp184 miliar pada semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD10,2 juta atau Rp184 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD2,2 juta, didukung pertumbuhan pendapatan dan membaiknya kinerja operasional di sejumlah lini bisnis.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, pendapatan INDY meningkat 19,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi USD1,15 miliar dari USD956,8 juta pada semester I 2025.Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh kontribusi yang lebih tinggi dari sejumlah anak usaha seperti Kideco Jaya Agung, Tripatra, Interport Mandiri Utama (Interport), serta Indika Indonesia Resources.

Seiring meningkatnya pendapatan, laba kotor perseroan tumbuh 36,5 persen menjadi USD181,2 juta. Laba usaha juga melonjak 82,9 persen menjadi USD99 juta, dengan margin laba usaha meningkat menjadi 8,6 persen dari 5,7 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, adjusted EBITDA meningkat 43,8 persen menjadi USD139,1 juta dibandingkan USD96,8 juta pada semester I 2025. Margin adjusted EBITDA turut membaik menjadi 12,1 persen dari 10,1 persen.

Dari lini bisnis batu bara, Kideco membukukan pendapatan sebesar USD855,1 juta, naik 10,2 persen dibandingkan semester I 2025. Kinerja tersebut didukung kenaikan harga jual rata-rata sebesar 6,8 persen menjadi USD54,7 per ton serta peningkatan volume penjualan 2,4 persen menjadi 14,8 juta ton.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement