"Kinerja Semester I-2026 menunjukkan penguatan operasional di berbagai lini bisnis, tercermin dari pertumbuhan pendapatan, laba kotor, dan adjusted EBITDA. Pada saat yang sama, alokasi lebih dari 99 persen belanja modal ke bisnis nonbatu bara, terutama pengembangan proyek Awak Mas, menegaskan disiplin kami dalam membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi, resilien, dan berkelanjutan," ujar Azis dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).
Sejalan dengan strategi diversifikasi, INDY mengalokasikan 99,1 persen dari total belanja modal sebesar USD83,1 juta untuk pengembangan bisnis nonbatu bara. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk pengembangan proyek emas Awak Mas senilai USD71,4 juta.
Hingga akhir Juni 2026, progres konstruksi proyek Awak Mas telah mencapai 60,63 persen menuju tahap commissioning kedua, dengan total investasi proyek yang telah terealisasi sebesar USD340 juta.
Pada 19 Juni 2026, perseroan juga membagikan dividen tunai sebesar USD3,01 juta sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada 20 Mei 2026.
(Rahmat Fiansyah)