sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Danatara Diam-diam Serok Saham Saat IHSG Bergejolak hingga Trading Halt Dua Hari Berturut-turut

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
29/01/2026 19:19 WIB
Danantara secara diam-diam terus membeli saham perusahaan di BEI meski terjadi pelemahan IHSG hingga terjadi trading halt dua hari berturut-turut.
Danatara Diam-diam Serok Saham Saat IHSG Bergejolak hingga Trading Halt Dua Hari Berturut-turut. (Foto: iNews Media Group)
Danatara Diam-diam Serok Saham Saat IHSG Bergejolak hingga Trading Halt Dua Hari Berturut-turut. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara secara diam-diam membeli saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), di tengah pelemahan IHSG yang terjadi pasca trading halt dua hari berturut-turut pada 28-29 Januari 2026.

Hal itu diungkapkan oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. Ia mengaku sengaja tidak mengumumkan langkah investasi yang dilakukan di pasar modal, hal ini untuk menghindari reaksi market atas keputusan investasi yang dilakukan.

"Kita dari akhir tahun lalu sudah mulai masuk setiap hari ke pasar modal. Kita sudah berinvestasi, tapi ya kami diam-diam ajalah. Karena kan kalau info semua juga ya, you know the market," ujarnya dalam acara Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Pada kesempatan itu, Pandu juga memaparkan kriteria saham yang dipilih Danantara sebagai koleksi portofolio. Misal seperti saham-saham yang memiliki fundamental dan likuiditas yang baik. 

Sebab, salah satu tujuan yang dibentuknya Danantara adalah untuk mencari keuntungan dari pengelolaan aset negara.

"Kita juga harus memilih value yang baik. Jadi fundamental, liquidity and value. Secara fundamental kita harus melihat tiga itu," tambahnya.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyambut baik masuknya BPI Danantara ke pasar saham negeri. Komitmen ini diharapkan bisa ditingkatkan Danantara untuk meningkatkan kinerja pasar modal.

"Dukungan (Danantara untuk perbaiki IHSG) termasuk, kemungkinan dan memang sudah dilakukan, untuk aktif melakukan investasi di pasar modal. Kalau itu jelas, sebenarnya komitmennya seperti itu sudah dilakukan dan akan terus ditingkatkan," kata Mahendra dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia.

Menurut Mahendra, dengan masuknya investor institusional dari dalam maupun luar negeri akan membuat tingkat kedalaman dan likuiditas pasar saham menjadi lebih baik. "Saya rasa sama, dengan para investor institusional dari dalam dan luar negeri yang memerlukan tingkat kedalaman pasar dan likuiditas yang bagus, untuk bisa aktif melakukan investasinya," lanjut Mahendra.

"Kami justru menyambut baik hal itu, karena itu juga bukti dari komitmen terhadap perdagangan, dan kinerja di pasar modal untuk terus bisa meningkat dan berkembang ke depan," ujarnya.

(Febrina Ratna Iskana) 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement