Fasilitas tersebut dipimpin DBS Bank dengan melibatkan sejumlah bank global, termasuk Bangkok Bank, Bank of China, Maybank, RHB Bank, Societe Generale, dan Natixis.
Fasilitas tersebut terdiri atas pinjaman berjangka (term loan) hingga SGD345 juta dan fasilitas kredit bergulir (revolving loan) hingga SGD40 juta.
Dana itu antara lain digunakan untuk membiayai kembali pinjaman sebelumnya, kebutuhan modal kerja, serta belanja modal anak usaha TBS.
Di pasar modal, TBS telah menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I dengan total nilai Rp800 miliar dalam tiga tahap sepanjang Juli 2025 hingga Mei 2026. Perseroan juga mengakses pendanaan syariah melalui penerbitan sukuk wakalah pada 2025.
Analis pasar modal Alvin Timothy Murthi menilai kemampuan TBS mengakses berbagai instrumen pembiayaan tersebut menunjukkan adanya kepercayaan dari lembaga keuangan dan investor terhadap prospek bisnis serta strategi transformasi perusahaan.