Musim laporan keuangan kuartal III di AS akan dimulai pada Selasa, antara lain dengan publikasi kinerja JPMorgan Chase dan Goldman Sachs. Laporan tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas kepada investor mengenai profitabilitas sektor perbankan dan kondisi perekonomian AS.
Pada Kamis, data penjualan ritel AS untuk September akan dirilis. Setelah mencatat kenaikan kuat sebesar 1,2 persen pada Agustus, pertanyaan utamanya adalah apakah belanja konsumen akan tetap solid di tengah perlambatan pertumbuhan lapangan kerja dan tekanan terhadap daya beli akibat inflasi yang lebih tinggi.
Pada Jumat, angka final inflasi zona euro untuk September akan diumumkan. Berdasarkan estimasi awal, inflasi meningkat dari 3,2 persen pada Agustus menjadi 3,8 persen pada September, lebih tinggi dari perkiraan. Revisi naik lebih lanjut berpotensi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan oleh Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB).
Selain rilis data ekonomi tersebut, perkembangan geopolitik terkait Iran dan Selat Hormuz tetap menjadi faktor penting bagi pasar keuangan. Kenaikan harga minyak lebih lanjut dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi ekspektasi suku bunga. Sebaliknya, meredanya ketegangan dapat membantu memulihkan kepercayaan investor di pasar saham dan obligasi.
Dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dalam tren cautiously optimistic pada perdagangan sepekan ke depan. Peluang terjadinya technical rebound dinilai terbuka lebar selama indeks mampu menahan posisinya di atas level psikologis.