AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Dear Investor! Saham Sektor Konsumer dan Ritel Bisa jadi Pilihan Jelang Ramadhan

MARKET NEWS
Aditya Pratama/iNews
Selasa, 06 April 2021 08:37 WIB
Beberapa saham sektor konsumer dan peritel bisa dimanfaatkan investor, seperti yang bergerak di bidang makanan-minuman
Dear Investor! Saham Sektor Konsumer dan Ritel Bisa jadi Pilihan Jelang Ramadhan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menjelang bulan ramadan dan lebaran tahun ini saham-saham di sektor konsumer dan peritel bisa menjadi pilihan bagi investor. Namun, hal lain yang juga harus diperhatikan adalah daya beli masyarakat.

Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, fenomena yang banyak terjadi dimana pelaku pasar menilai bahwa pada bulan puasa atau bulan ramadan biasanya diikuti dengan peningkatan daya beli masyarakat, belum lagi ada pembagian THR, bonus dan lain sebagainya.

"Yang mana dipersepsikan akan terjadi peningkatan daya beli masyarakat, sehingga pelaku pasar menilai daya beli masyarakat bisa mengalami peningkatan," ujar Reza kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (6/4/2021).

Dengan adanya sentimen tersebut, Reza menyebut beberapa saham sektor konsumer dan peritel bisa dimanfaatkan investor, seperti yang bergerak di bidang makanan-minuman PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), kemudian emiten peritel PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), emiten Alfamart PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten Indomart PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

"Biasanya kan emiten-emiten yang bergerak di bidang makanan-minuman yang menjadi perhatian pelaku pasar, tapi kan yang biasanya dibeli pelaku pasar kan ICBP, kemudian emiten ritel biasanya ada Ramayana," kata dia.

Kemudian karena sekarang ada emiten Alfamart dan Indomart itu mungkin menjadi pilihan juga untuk pelaku pasar, termasuk emiten kebutuhan non pokok seperti handphone yaitu ritel IT itu seperti Erajaya biasanya yang menjadi pilihan pelaku pasar.

Namun, dengan adanya dampak pandemi Covid-19, Reza menyebut bahwa saham-saham tersebut masih harus diperhatikan lagi kinerjanya karena tahun ini masih ada imbas dari pandemi terhadap perekonomian. 

"Maka apakah emiten-emiten bisa menjadi pelaku pasar itu masih menjadi pertanyaan juga, karena yang tadi kita lihat daya beli atau pendapatan masyarakat mengalami peningkatan di periode sekarang atau tidak itu belum terlihat, makanya itu yang harus kita lihat dulu karena perusahaan masih melihat kondisi keuangannya dulu, bisa saja mereka yang terimbas pandemi tidak membagikan THR," ucapnya.

Reza juga menyampaikan bahwa jika dilihat dari pola yang ada saat ini maka sebaiknya investor juga perlu melihat kondisi makro ekonomi, seperti indeks kepercayaan konsumen yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Tidak hanya itu, investor juga bisa memperhatikan kinerja keuangan sejumlah emiten tadi selama periode lebaran tahun lalu seperti apa, sebab tahun ini menurutnya masih dalam pemulihan.

"Terlepas dari kondisi lebaran, kita juga harus liat sentimen yang ada, katakanlah ada sentimen lain yang bisa mempengaruhi pergerakan harga komoditas walaupun itu ga berkaitan dengan momentum bulan puasa dan lebaran itu juga harus jadi pertimbangan pelaku pasar," ucap dia.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD