Strategi tersebut mendorong EBITDA naik 16 persen secara tahunan menjadi Rp442 miliar.
Seiring peningkatan efisiensi operasional, margin EBITDA ikut melebar menjadi 28,5 persen dari sebelumnya 24,1 persen.
Menurut BRI Danareksa, kenaikan margin tersebut merupakan hasil nyata pertama dari strategi internalisasi armada yang dijalankan perseroan.
Ke depan, pertumbuhan DEWA diperkirakan semakin kuat dengan masuknya sejumlah proyek baru.
Proyek Sebuku diproyeksikan menyumbang sekitar 8 juta bcm pengupasan overburden pada tahap awal, sebelum meningkat menjadi sekitar 27 juta bcm pada tahun buku 2027.