sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Arab Saudi Temukan Mineral Tanah Jarang di Madinah, Ada 31 Ribu Ton Uranium

Economics editor Rahmat Fiansyah
15/09/2026 15:15 WIB
Arab Saudi menemukan 110 juta ton bijih yang mengandung mineral tanah jarang (rare earth) dan uranium di wilayah Madinah.
Arab Saudi menemukan 110 juta ton bijih yang mengandung mineral tanah jarang (rare earth) dan uranium di wilayah Madinah. (Foto: Dok. Arab News)
Arab Saudi menemukan 110 juta ton bijih yang mengandung mineral tanah jarang (rare earth) dan uranium di wilayah Madinah. (Foto: Dok. Arab News)

IDXChannel - Arab Saudi menemukan 110 juta ton bijih yang mengandung mineral tanah jarang (rare earth) dan uranium di wilayah Madinah. Temuan tersebut berasal dari kegiatan eksplorasi dan studi geologi di kawasan Jabal Sayid.

Penemuan itu mencakup konsentrasi tinggi unsur tanah jarang, terutama unsur berat, serta konsentrasi uranium yang menjanjikan. Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman mengungkapkan temuan tersebut dalam Sidang Umum ke-70 Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

"Eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah mengungkap sumber daya yang diperkirakan sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, terutama unsur berat, serta konsentrasi uranium yang menjanjikan," ujar Abdulaziz dalam konferensi umum IAEA dikutip dari Arab News, Selasa (15/9/2026).

Temuan itu diumumkan beberapa bulan setelah Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi meresmikan kerja sama energi nuklir untuk kepentingan sipil. Kesepakatan itu ditandatangani Menteri Energi AS, Chris Wright dan Abdulaziz pada 22 Juli 2026.

Departemen Energi AS menyebut kesepakatan tersebut menjadi landasan hukum bagi kemitraan bernilai miliaran dolar yang berlangsung selama beberapa dekade. Kerja sama itu juga memberikan akses lebih besar bagi perusahaan AS terhadap program energi nuklir sipil Arab Saudi.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement