Lokasi tersebut diperkirakan memiliki 552.000 ton unsur tanah jarang berat, seperti disprosium dan terbium, serta 355.000 ton unsur tanah jarang ringan, termasuk neodimium dan praseodimium. Sementara sumber daya uranium di lokasi yang sama diperkirakan mencapai 31.000 ton.
Saudi Press Agency sebelumnya melaporkan nilai temuan unsur tanah jarang di Arab Saudi mencapai USD100 miliar pada November 2025, naik 90 persen dibandingkan 2018. Studi Saudi Geological Survey juga mengidentifikasi dua wilayah eksplorasi tahap lanjut dengan estimasi sumber daya mencapai 644 juta ton.
(Rahmat Fiansyah)