Pengembangan sektor mineral kritis dan energi nuklir Arab Saudi semakin dipercepat setelah kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke AS pada November 2025. Kedua negara saat itu memperkuat kerja sama di sektor mineral kritis dan rantai pasok, termasuk melalui kemitraan antara perusahaan tambang negara Arab Saudi, Maaden, dan perusahaan AS, MP Materials.
Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menyepakati Kerangka Strategis Kerja Sama terkait mineral kritis, logam, dan uranium. Berdasarkan kerangka tersebut, Departemen Pertahanan AS sepakat membiayai 49 persen pembangunan fasilitas pengolahan tanah jarang baru di Arab Saudi.
Maaden akan memegang 51 persen saham sekaligus menjadi pemegang kendali, sedangkan MP Materials saat ini mengoperasikan satu-satunya tambang dan fasilitas pengolahan tanah jarang di AS.
Jabal Sayid terletak sekitar 350 kilometer sebelah timur laut Jeddah di wilayah Madinah. Kawasan tersebut telah dikenal sebagai salah satu lokasi dengan cadangan mineral tanah jarang yang bernilai tinggi di dunia.
Berdasarkan analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang mengutip estimasi Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi serta Maaden, Jabal Sayid diperkirakan menempati peringkat keempat secara global.