AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Dibuka Hijau, Analis Prediksi IHSG Akan Menguat Tapi Terbatas

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Jum'at, 09 April 2021 10:38 WIB
IHSG kembali melanjutkan kinerja positif pada pembukaan bursa akhir pekan ini. Indeks mengalami penguatan hingga 0,55 persen dan kini berteger di level 6.105.
Dibuka Hijau, Analis Prediksi IHSG Akan Menguat Tapi Terbatas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan kinerja positif pada pembukaan bursa akhir pekan ini. Indeks mengalami penguatan hingga 0,55 persen dan kini berteger di level 6.105. 

Head of Research PT NH Korindo Sekuritas, Anggaraksa Arismunandar, menuturkan, IHSG diprediksi akan menguat walaupun terbatas. Hal ini didorong dari berbagai sentimen positif.

“Bursa Amerika yang ditutup semalam atau tadi pagi waktu kita ini memang rekornya masih terus berlanjut. Kemarin juga di hadapan IMF kepala The Fed Jerome Powell juga berkali-kali menegaskan bahwa The Fed akan mendukung kebijakan ekonomi yang longgar. Lalu, data klaim pengangguran mingguan juga naik sedikit,” tuturnya dalam acara Market Opening IDX Channel, Jumat (9/4/2021).

Menurutnya, setelah tiga hari secara konsisten IHSG mengalami penguatan, peluang untuk aksi profit taking cukup terbuka.

“Memang kita melihat rebound yang tiga hari ini lebih ke technical rebound setelah turun cukup dalam di bulan Maret kemarin,” ujar Anggaraksa.

Sementara itu, dia menjelaskan, secara umum apalagi menjelang bulan puasa, memang ada kecenderungan penurunan dari volume transaksi. Akan tetapi, penurunan ini dinilai masih cukup wajar.

“Ini yang juga kita sangat cermati. Akan tetapi, jangan lupa bahwa ini turun setelah di bulan Januari itu memang sedang tinggi-tingginya. Waktu itu mencapai bisa di atas Rp20 triliun per hari. Jadi, kita melihat penurunan ini masih cukup wajar,” jelas analis tersebut. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD