Proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR) juga berjalan sesuai rencana, sehingga memposisikan Pani untuk tahap irigasi dan produksi emas perdana pada kuartal I-2026.
Adapun PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang mengoperasikan tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) mencatatkan pertumbuhan produksi 7 juta wet metric tonnes (wmt) saprolit, naik 42 persen (YoY) dan 14,7 juta wmt limonit, tumbuh 45 persen (YoY) sepanjang 2025.
Fasilitas pengolahan hilir, termasuk proyek NPI, AIM, dan HPAL, terus berkembang sesuai rencana, memperkuat posisi terintegrasi Merdeka dalam rantai nilai bahan baku baterai serta mendukung peran Indonesia dalam transisi energi global.
Kemudian tambang Tembaga Wetar mencatatkan produksi 2.990 ton tembaga pada Kuartal IV-2025 dan 10.454 ton sepanjang 2025, dengan studi yang masih berlangsung untuk mengevaluasi berbagai opsi perpanjangan umur tambang serta peningkatan tingkat perolehan tembaga jangka panjang.
Proyek Tembaga Tujuh Bukit, salah satu proyek tembaga-emas terbesar di dunia yang belum dikembangkan, mencatatkan kemajuan studi kelayakan sepanjang 2025, dengan perkembangan pada perencanaan tambang terintegrasi, program metalurgi, serta optimalisasi proses pengolahan untuk mendukung jalur pengembangan jangka panjang yang terintegrasi.