AALI
9600
ABBA
218
ABDA
0
ABMM
2380
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
172
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2040
AGRO
755
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1065
AKSI
290
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
292
ALTO
200
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.05
-0.82%
-4.41
IHSG
6969.56
-0.66%
-46.50
LQ45
1002.62
-0.8%
-8.12
HSI
22051.08
-0.8%
-178.44
N225
27002.66
0.49%
+131.39
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
867,947 / gram

Dipicu Lonjakan Covid-19, Mata Uang Garuda Melemah Lagi

MARKET NEWS
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 22 Juni 2022 20:01 WIB
Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan sebesar 50 poin ke level Rp14.862 untuk satu dolar Amerika Serikat (USD1) dalam perdagangan sore ini.
Dipicu Lonjakan Covid-19, Mata Uang Garuda Melemah Lagi. (Foto: MNC Media)
Dipicu Lonjakan Covid-19, Mata Uang Garuda Melemah Lagi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan sebesar 50 poin ke level Rp14.862 untuk satu dolar Amerika Serikat (USD1) dalam perdagangan sore ini. Penurunan ini diduga dipicu oleh lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Menurut Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, salah satu faktor pemicu melemahnya mata uang garuda ini, pelaku pasar khawatir tentang lonjakan kasus positif Covid-19 yang belakangan ini menjadi 'alarm' keras.

"Dalam enam hari terakhir, kasus positif secara berturut-turut berada di atas angka 1.000 kasus per hari. Meskipun angka kenaikan ini terbilang tidak tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan, tetapi kenaikan ini merupakan alarm yang perlu kita waspadai," terang Ibrahim dalam rilis hariannya, Rabu (22/6/2022).

Dari perkembangan penanganan terkini, terang dia, kenaikan kasus mingguan mencapai 105%, dari 3.688 pada minggu lalu menjadi 7.587 di minggu ini. 

Kenaikan ini turut mempengaruhi kenaikan kasus aktif, yang sebelumnya 4.734 menjadi 8.594 pada minggu ini. Kenaikan ini terbanyak disumbangkan dari 3 provinsi yakni, DKI Jakarta (naik 2.769 kasus), Jawa Barat (naik 686 kasus), dan Banten (naik 285 kasus).

Mengingat hal itu, Ibrahim mengimbau masyarakat untuk terus disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"Karena di tengah naiknya kasus saat ini, sangat penting untuk bisa melindungi diri sendiri dan orang lain dengan terus memakai masker dan mencuci tangan dengan rutin," imbuhnya.

Lebih lanjut Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan Kamis (23/6) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.850-14.900. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD