Menurut Jeffrey, analisis seperti itu tidak menggambarkan kondisi pasar secara utuh. Sebab, keputusan investasi selalu mempertimbangkan banyak faktor ekonomi.
"Harusnya tidak begitu. Pada saat yang bersamaan juga ada faktor-faktor lain yang muncul. Jadi kalau itu dikait-kaitkan hanya kepada satu atau dua faktor, saya kira tidak terlalu tepat. Di setiap keputusan investasi tentu ada rasional ekonomi," ujarnya.
Jeffrey menjelaskan, penyebab utama volatilitas pasar saat ini adalah meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu berbagai perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi internasional.
Dia mencontohkan kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan pemerintah Amerika Serikat telah meningkatkan ketidakpastian terhadap aktivitas ekonomi dunia. Selain itu, konflik geopolitik, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga eskalasi konflik di Timur Tengah, turut memengaruhi stabilitas pasar keuangan global.