Pilihan strategi untuk fokus pada segmen hotel dan disiplin biaya terbukti telah memperkuat positioning HAJJ di tengah persaingan pasar yang ketat. Meski pendapatan disesuaikan dengan ritme eksekusi kontrak di awal tahun, namun pada saat yang sama profitabilitas justru meningkat secara substansial.
"Ini menjadi bukti bahwa strategi kami mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas laba," ujar Saipul.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor meningkat 55 persen menjadi Rp63,80 miliar, dibanding Rp41,03 miliar pada triwulan I-2025. Sedangkan margin laba kotor melonjak dari 12,62 persen menjadi 22,18 persen.
Pada level operasional, margin EBT menguat dari 9,77 persen menjadi 10,37 persen dan margin EBITDA meningkat dari 11,67 persen menjadi 12,11 persen.
Menurut Saipul, hasil ini mencerminkan disiplin biaya yang lebih ketat, eksekusi kontrak yang lebih efisien, serta peningkatan kualitas laba yang konsisten pada basis pendapatan yang lebih ramping.