Dari sisi neraca, risiko juga perlu diperhatikan pada emiten dengan utang bersih tinggi.
Indo Premier mencatat MDKA, MEDC, dan HRUM memiliki rasio utang bersih terhadap kapitalisasi pasar tertinggi di antara saham-saham yang dicakup.
Sebaliknya, ESSA dan ITMG memiliki posisi kas bersih terhadap kapitalisasi pasar tertinggi, masing-masing sebesar 45 persen.
Ryan menilai, emiten dengan utang bersih besar lebih rentan terhadap kenaikan biaya modal dalam jangka panjang.
Namun, tingkat utang MEDC perlu dilihat dengan mempertimbangkan karakteristik bisnis eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi yang memang membutuhkan pendanaan besar.