Di tengah tekanan pasar saham domestik, Indo Premier tetap merekomendasikan pendekatan pada saham berimbal hasil dividen tinggi dan mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor komoditas.
Pendapatan berbasis USD dinilai menjadi salah satu penopang ketika rupiah berpotensi melemah.
Analisis sensitivitas Indo Premier juga menunjukkan PGAS, ANTM, dan TINS termasuk saham yang mengalami tekanan cukup besar di pasar, meskipun menawarkan dividend yield di atas 10 persen.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang akumulasi bagi investor yang mempertimbangkan valuasi dan potensi pendapatan dividen. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.