sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dolar AS Turun Lebih dari 1 Persen di Juli, Tertekan Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed

Market news editor Febrina Ratna Iskana
01/08/2026 12:45 WIB
Dolar AS turun lebih dari 1 persen pada Juli 2026, kinerja bulanan terburuk sejak April 2026. Hal itu terjadi karena data ekonomi AS dan kebijakan The Fed.
Dolar AS Turun Lebih dari 1 Persen di Juli, Tertekan Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed. (Foto: Freepik)
Dolar AS Turun Lebih dari 1 Persen di Juli, Tertekan Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed. (Foto: Freepik)

“Departemen Keuangan berteriak bahwa mereka tidak akan membiarkan lembaga kebijakan moneter mendapatkan keuntungan ganda, dan konsekuensi signifikan akan menimpa jangka panjang jika suku bunga tidak dinaikkan pada September,” tambah Torres.

Melihat mata uang utama lainnya, euro naik tipis 0,1 persen menjadi USD1,1537, sementara melonjak sekitar 1 persen sepanjang Juli 2026.

Data sebelumnya menunjukkan inflasi utama zona euro meningkat menjadi 2,9 persen pada Juli dari 2,8 persen pada Juni, terutama didorong oleh kebangkitan kembali harga minyak. Inflasi inti, tidak termasuk makanan dan energi yang fluktuatif, meningkat menjadi 2,5 persen, sementara inflasi jasa naik menjadi 3,3 persen.

Di Asia, yen Jepang menguat untuk hari kedua berturut-turut setelah pergerakan besar pada Rabu, dan pasangan USD/JPY mencatatkan minggu terburuknya sejak awal Agustus 2024. Nikkei Asia melaporkan bahwa pemerintah memang telah melakukan intervensi sehari sebelumnya untuk membeli yen dan menjual dolar, sementara otoritas AS telah melakukan pengecekan suku bunga, sebuah langkah yang sering dianggap sebagai pendahulu intervensi, menurut para pelaku pasar.

BoJ sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan semalam di 1,0 persen dalam pemungutan suara mayoritas 8-1 oleh dewan penetapan suku bunganya. Anggota dewan direksi Hajime Takata adalah satu-satunya yang berbeda pendapat, menyerukan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi setelah kenaikan pada Juni.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement