Sementara dari sisi pendanaan, RATU menerbitkan Obligasi I dan Sukuk Wakalah I RATU Tahun 2026 dengan nilai Rp800 miliar. Penerbitan surat utang tersebut mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed) 6,8 kali dengan total permintaan investor mencapai Rp5,46 triliun. Hal ini menunjukkan keyakinan kuat pasar terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perseroan.
Ke depan, RATU akan terus mengoptimalkan struktur pendanaan melalui kombinasi obligasi, sukuk, fasilitas kredit perbankan, dan instrumen pasar modal lainnya guna mendukung strategi ekspansi aset yang agresif dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat.
(Rahmat Fiansyah)