Menurut analis bank tersebut, cuaca kering yang menyertai El Nino berpotensi menurunkan produksi CPO, sementara peningkatan permintaan ekspor dan ekspektasi konsumsi biodiesel yang lebih tinggi di Indonesia turut memberikan dukungan terhadap harga.
AmInvestment Bank memperkirakan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives menghadapi level resistance pada 4.630 ringgit Malaysia per ton dan support di 4.520 ringgit per ton.
Kontrak CPO pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives tercatat naik 28 ringgit menjadi 4.596 ringgit per ton pada Senin pagi.
Sentimen positif terhadap prospek harga CPO turut mendorong sejumlah saham emiten sawit pada perdagangan Senin.
Hingga pukul 09.57 WIB, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menjadi saham sawit dengan kenaikan terbesar, yakni 4,05 persen ke level Rp77 per saham.