Di sisi lain, persediaan minyak sawit Malaysia meningkat pada Juni 2026 karena pertumbuhan produksi lebih tinggi dibandingkan ekspor.
Produksi minyak sawit Malaysia mencapai 2,4 juta ton pada Juni, naik 7 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sementara ekspor meningkat 2 persen menjadi 1,7 juta ton.
Akibatnya, stok minyak sawit Malaysia naik menjadi 3,2 juta ton pada akhir Juni dari 3,1 juta ton pada Mei, sejalan dengan ekspektasi pasar.
Namun, Indo Premier memperkirakan persediaan tersebut kembali menurun pada bulan-bulan mendatang seiring pelemahan produksi akibat cuaca kering.
Sementara itu, harga CPO Indonesia dan Malaysia masing-masing naik sekitar 1 persen secara bulanan pada Juni menjadi Rp15,6 juta per ton dan MYR4.500 per ton. Selisih harga CPO Indonesia terhadap acuan Malaysia juga menyempit menjadi 23 persen dari 24 persen pada Mei, didorong kepastian implementasi kebijakan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) pada 5 Juni 2026.