Adapun perolehan revenue tercatat sebesar Rp7,58 triliun pada semester I-2026, dengan 65 persen dikontribusikan dari bisnis energy distribution and logistic, integrated upstream 27 persen, dan support services sebesar 8 persen.
"Investasi tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas operasional dan peningkatan daya saing bisnis," kata Nelwin.
Capex segmen distribusi dan logistik dialokasikan perseroan untuk pengadaan kendaraan tangki BBM dan pengembangan fasilitas Terminal LPG Kolaka. Investasi di segmen bisnis ini memakan 50 persen dari total capex tahunan perseroan Rp602 miliar.
Sementara itu, investasi pada segmen integrated upstream tetap berjalan, antara lain untuk STPS Navigation, Passive Seismic Geobits C100, coiled tubing unit, dan cementing unit. Segmen ini mendapatkan alokasi capex 28 persen. Sementara capex sisanya dialokasikan untuk support dan bisnis baru.
Hingga Juni 2026, realisasi capex Elnusa telah mencapai sekitar 35 persen dari target tahunan. Nelwin menegaskan, seluruh investasi tetap dilakukan secara selektif dengan menerapkan prinsip kehati-hatian untuk mendorong pertumbuhan pendapatan perseroan di kemudian hari.