"Investasi tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas operasional dan peningkatan daya saing bisnis," ujarnya.
Meski bisnis distribusi dan logistik saat ini memberikan kontribusi lebih besar, Elnusa tidak ingin ketergantungan pada satu segmen. Perseroan justru menargetkan komposisi portofolio bisnis yang lebih seimbang antara upstream services dan energy distribution and logistics.
Nelwin mengatakan, peluang di bisnis jasa hulu migas masih terbuka lebar. Hal tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas eksplorasi dan pengembangan lapangan oleh Pertamina maupun kontraktor kontrak kerja sama.
"Kami memproyeksikan komposisi portofolio Elnusa ke depannya akan bergerak menuju proporsi yang lebih seimbang antara segmen upstream services maupun downstream di bidang energy distribution and logistics," tuturnya.
Secara keseluruhan, Elnusa membukukan pendapatan Rp7,58 triliun pada semester I-2026, tumbuh 8,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.