Secara umum, aksi penjualan kembali saham treasury merupakan langkah yang lazim dilakukan emiten untuk memperkuat arus kas, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta mendukung strategi pengembangan bisnis di masa mendatang.
Sebelumnya, OPMS mengungkapkan rencana ekspansi dengan menambah 16 lini bisnis baru. Diversifikasi ini mencakup sektor perdagangan besar makanan dan minuman, mulai dari gula, kopi, teh, beras, hingga produk olahan daging dan susu.
Hingga penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), saham OPMS tercatat turun 4,76 persen ke level Rp140, setelah sehari sebelumnya sempat menguat 5,76 persen.
Dalam sepekan terakhir, saham perseroan masih mencatat kenaikan signifikan sebesar 32,08 persen, meskipun dalam tiga bulan terakhir terkoreksi 22,65 persen.
(DESI ANGRIANI)