IDXChannel – Demi melakukan efisiensi dan memperbaiki anggaran Kementerian BUMN, Menteri Erick Thohir batalkan pembangunan Gedung Arsip BUMN senilai Rp50 miliar.
“Kemarin, baru saja kami sisir anggaran di BUMN, mana yang tidak efisien dan kurang tepat, kami perbaiki," kata dia ditemui di Balai Sarbini, Jakarta, Minggu (15/12/2019).
Ia menilai lokasi anggaran pembangunan gedung arsip BUMN tidak efisien di tengah era digitalisasi. Karena saat ini sudah dikenal sistem penyimpanan komputasi awan atau cloud computing.
Erick Ingin Pugar Gedung BUMN
Erick menilai anggaran pembangunan gedung arsip BUMN tersebut akan lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk kebutuhan renovasi gedung Kementerian BUMN yang sudah berusia hampir 30 tahun. Nantinya, setiap lantai akan dibuat ruang kerja bersama atau co-working space.
“Semua lantai kita renovasi menjadi co-working space yang kreatif. Apalagi kedepan, kami musti pikirkan generasi muda yang ada di BUMN,” imbuhnya seperti dikutip Sindonews.
Rencana pembangunan Gedung Arsip BUMN digagas di bawah kepemimpinan Menteri BUMN 2014-2019 Rini Soemarno, dengan anggaran Rp50 miliar untuk periode 2020. Anggaran tersebut dimasukkan dalam pagu anggaran indikatif Kementerian BUMN.
Selain itu, anggaran lain yang menjadi perhatian Erick adalah training atau pelatihan bagi pegawai Kementerian BUMN. Anggaran tersebut, dia bilang, akan dimanfaatkan dengan serius untuk meningkatkan kualitas pegawai.
“Jadi saya enggak mau bikin hal-hal yang cuma rapat-rapat enggak penting. Tapi budget ini benar-benar kami pakai untuk upgrade tim yang ada di BUMN. Apalagi dengan paradigma yang sekarang, kita sebagai service oriented. Jadi penting sekali coaching mentoring untuk teman-teman yang di Kementerian BUMN," jelasnya. (*)