sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Esa Medika (EMMI) Siap Perkuat GCG dan Pacu Produksi Alkes usai IPO

Market news editor Rahmat Fiansyah
08/07/2026 13:10 WIB
PT Esa Medika Mandiri Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham EMMI, Rabu (8/7/2026).
PT Esa Medika Mandiri Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham EMMI, Rabu (8/7/2026). (Foto: Ist)
PT Esa Medika Mandiri Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham EMMI, Rabu (8/7/2026). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Esa Medika Mandiri Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham EMMI, Rabu (8/7/2026). Langkah ini menandai capaian baru perseroan untuk menjadi perusahaan terbuka dengan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja mengatakan, dengan IPO ini, perseroan resmi menjadi bagian dari keluarga besar emiten di BEI.

"Status perusahaan terbuka akan mendorong kami untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi, dan mempercepat langkah kami dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri di Indonesia," ujarnya di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Sebagai emiten baru di sektor kesehatan, Esa Medika berkomitmen menerapkan prinsip GCG, meningkatkan transparansi informasi, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Dia meyakini, kebutuhan akan alat kesehatan berkualitas dan kemandirian produksi dalam negeri akan terus meningkat, sejalan dengan penguatan sistem kesehatan nasional.

"Kami menyadari bahwa kepercayaan investor merupakan sebuah tanggung jawab besar. Pencatatan perdana saham EMMI bukan akhir, melainkan awal dari komitmen kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor kesehatan di Indonesia," katanya.

Dalam IPO ini, Esa Medika menerbitkan sebanyak 522,86 juta saham baru, yang mewakili sekitar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Presiden Komisaris PT Esa Medika Mandiri Tbkm Surya Gunawan Widjaja menambahka, dana hasil IPO akan difokuskan untuk tiga prioritas utama: penguatan struktur permodalan, pengembangan fasilitas produksi, dan penambahan modal kerja. Sebagian dana akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, sebagian untuk pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, dan sisanya untuk pembelian persediaan serta kebutuhan modal kerja terkait proyek dan pengadaan alat kesehatan.

"Dengan dukungan investor publik, kami akan mempercepat pengembangan kapasitas produksi dalam negeri dan meningkatkan kemampuan kami dalam memenuhi kebutuhan alat kesehatan, baik untuk proyek pemerintah maupun swasta. Fokus kami tetap pada penyediaan produk yang andal, layanan yang responsif, dan solusi yang relevan bagi dunia kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan moto perusahaan yang berbunyi, rakyat sehat, negara kuat dan maju," katanya.

Ke depannya, perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan dengan mengembangkan lini produk alat kesehatan produksi lokal, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat kerja sama dengan prinsipal internasional, termasuk mitra strategis yang telah bergabung dalam pengembangan fasilitas produksi di Indonesia.

Sejak berdiri pada tahun 2000, Esa Medika berfokus pada perdagangan besar alat medis, dengan basis pelanggan utama rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia. Perseroan menyediakan solusi peralatan untuk ruang operasi, ICU, dan pusat sterilisasi (CSSD), dilengkapi layanan purnajual dan dukungan teknis.

Operasional Esa Medika didukung oleh kantor pusat di Esa 8 Building, Gading Serpong, Tangerang, Banten, fasilitas produksi, serta jaringan kantor perwakilan dan tim penjualan di berbagai daerah. Dengan platform distribusi nasional ini, Perseroan menargetkan dapat menjangkau lebih banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan, sekaligus memperluas pangsa pasar di segmen alat kesehatan.

Hingga penutupan sesi I perdagangan siang ini, harga saham EMMI bergerak menguat 20,21 persen ke Rp565. Saham EMMI sempat menyentuh batas auto rejection atas (ARA) namun kembali turun akibat aksi jual saat debut perdagangan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement