Dengan pendekatan tersebut, Aspebindo dan ESGIN berupaya membangun ekosistem yang dapat menghubungkan potensi pengurangan atau penyerapan emisi dengan proyek yang berkualitas, pembiayaan yang memadai, dan permintaan pasar, sehingga potensi karbon dapat ditransformasikan menjadi nilai ekonomi yang nyata.
Di sisi lain, Aspebindo juga mendorong agar industri menangkap peluang ekonomi karbon. Saat ini, asosiasi yang memiliki lebih dari 100 perusahaan anggota itu terus memperluas perannya dalam membantu pelaku usaha memahami dan menangkap peluang dari perkembangan nilai ekonomi karbon dan perdagangan karbon Indonesia.
Adapun perusahaan yang tergabung dalam asosias ini terdiri atas sector perdagangan, pertambangan batu bara, minyak dan gas, serta energi terbarukan. Basis industri tersebut memiliki berbagai peluang dekarbonisasi, antara lain melalui efisiensi energi, energi terbarukan, pengelolaan methane, bioenergi, biomassa, pengelolaan limbah, rehabilitasi lingkungan, serta kegiatan pengurangan emisi lainnya. (Yanto Kusdiantono)