Selain itu menurutnya, Langkah FUTR sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia perihal transisi energi dan target Net Zero Emissions 2060, serta memberi keunggulan dalam peluang regulasi yang dituangkan dalam RUPTL-PLN 2025-2034 dan insentif.
Lebih lanjut Anggara menuturkan, saat ini perseroan tengah melakukan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali sebesar 130 Megawatt (MW).
“Pengembangan tersebut merupakan komitmen perseroan di sektor bisnis energi terbarukan dengan menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) pada tanggal dengan Zhejiang Energy PV-Tech Co., Ltd dan PT Hypec International,” tutur Anggara.
Dia melanjutkan, PT Aurora Dhana Nusantara sebagai pemegang saham pengendali perseroan, telah memiliki aset pembangkit listrik panas bumi (Geothermal) melalui anak usaha, yaitu PT Sejahtera Alam Energy (SAE). “Saat ini, SAE telah memiliki PPA dengan kapasitas 220 MW dengan nilai investasi sebesar USD80 juta,” kata dia.
Perseroan saat ini sedang mengikuti sejumlah proses tender dan penjajakan proyek energi baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas indikatif mencapai 100 MW untuk geothermal, sementara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya memiliki kapasitas 100 MW, sedangkan untu Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro memiliki kapasitas 150 MW.
(kunthi fahmar sandy)