Data yang terdampak berbeda untuk setiap pelanggan. Informasi yang berpotensi diakses pihak tidak berwenang mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar di aplikasi Fore, PIN yang telah di-hash, serta riwayat pembelian melalui aplikasi.
Meski demikian, Vico menegaskan aplikasi Fore tidak pernah meminta maupun menyimpan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan foto KTP pelanggan. Perusahaan juga tidak menyimpan informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit dan debit, pada platform yang terdampak.
Informasi pembayaran yang disimpan pada platform terpisah tidak terdampak insiden tersebut. Untuk menelusuri insiden secara menyeluruh, FORE telah menunjuk konsultan keamanan siber profesional guna melakukan investigasi forensik independen. Pemeriksaan mencakup aplikasi Fore, platform terkait, serta sistem teknologi informasi lain yang relevan.
"Fokus kami saat ini adalah mendukung pelanggan yang terdampak, menyelesaikan investigasi secara menyeluruh, dan memastikan bahwa pembelajaran dari kejadian ini diterjemahkan menjadi penguatan nyata terhadap sistem dan tata kelola keamanan kami," tutur Vico.
Selain mengamankan sistem, FORE menghubungi pelanggan yang terdampak secara langsung. Pelanggan yang menerima pemberitahuan diminta segera mengganti PIN akun Fore atau membuat PIN apabila belum memilikinya.