Setoran modal tersebut berupa kepemilikan 10.780 saham seri A atau 49 persen saham PT Borneo Prima (BP) yang ditaksir nilainya mencapai Rp20,8 triliun. BP diketahui merupakan produsen batu bara metalurgi yang beroperasi di Kalimantan Tengah.
Perseroan telah mendapatkan restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juli 2026. Cum rights di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 21 September 2026. Adapun periode perdagangan rights dilakukan pada 25 September hingga 6 Oktober 2026.
Harga saham FORU melejit 25 persen ke Rp4.650 hingga perdagangan siang ini. Sejak awal 2026, harga sahamnya telah naik hampir 180 persen.
(Rahmat Fiansyah)