"Kami tidak hanya menawarkan proteksi, tapi juga integrasi data yang lebih akurat untuk meminimalisasi risiko operasional. Kami sangat serius dengan adanya rights issue ini, di mana YOII akan bertransformasi penuh di 2026 dengan memperkuat pilar distribusi di sektor-sektor strategis seperti EV ini," ujar Rahmat.
Guna mendukung rencana ambisius tersebut, Rahmat menjelaskan, pihaknya telah memasang target perolehan dana sebesar Rp68,49 miliar melalui rights issue dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham.
Dari perolehan dana tersebut, sekitar 90 persen di antaranya bakal dialokasikan untuk kegiatan pemasaran guna meningkatkan penetrasi produk asuransi digital, termasuk promosi produk khusus EV hasil kerjasama dengan BYD. Sementara 10 persen lagi sisanya akan difokuskan pada penguatan infrastruktur teknologi dan keamanan data.
Di lain pihak, masuknya Qoala Technology Pte. Ltd. sebagai pembeli siaga, telah berkomitmen menyerap hak dari pemegang saham utama, sehingga semakin memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Perseroan untuk mencapai target ekuitas hingga Rp270 miliar.
Dengan performa premi yang telah tumbuh 123,64 persen di 2025 dan berlanjut tumbuh 5,7 persen pada triwulan I-2026, YOII sangat yakin diversifikasi ke lini asuransi kendaraan listrik akan menjadi mesin pertumbuhan baru yang berkelanjutan dengan target proyeksi kenaikan pendapatan hingga 150 persen.