Dengan basis massa komuter yang sedemikian masif, integrasi ekosistem logistik pangan dan network retail dari brand-brand kelolaan BAIK (seperti Warung Taburai, Mami Nungky, hingga Lamak Rasa) diproyeksikan mampu menjangkau jutaan konsumen baru secara langsung setiap harinya.
Nanang menjelaskan bahwa potensi pasar untuk ekspansi ritel komersial ini pun semakin menjanjikan, seiring dengan lonjakan tren konsumsi kopi nasional.
Indonesia saat ini tercatat menjadi negara dengan jumlah kedai kopi terbanyak di dunia yang mencapai 461.991 gerai, di mana data pasar menunjukkan konsumsi kopi domestik naik tajam dengan sekitar 40 persen masyarakat terbiasa meminum minimal dua gelas kopi per hari.
Guna memastikan ketahanan pasokan (supply chain) di seluruh jaringan halte utama tersebut, diskusi strategis antara BAIK dan TranJakarta dikabarkan turut menjajaki pelibatan ekosistem BUMD Jawa Barat dan Kota Bandung, khususnya yang mengelola fasilitas manufaktur pendukung seperti pabrik es batu.
"Melalui langkah sinergis ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik sekaligus menjamin keunggulan bahan baku yang segar dan berkualitas secara real-time," ujar Nanang.